CILACAP – Pertamina Lubricants melalui Production Unit Cilacap (PUC) terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian keanekaragaman hayati (Kehati) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu inisiatif terbaru adalah Program Penangkaran Jalak Bali, yang ditandai dengan kunjungan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Konservasi Wilayah (RKW) II Cilacap ke fasilitas penangkaran yang telah disiapkan oleh tim TJSL PUC pada 30 Januari 2025.
Dalam pertemuan ini, Manager Production Unit Cilacap, I Gede Dharma, menerima kunjungan tim BKSDA yang bertujuan untuk meninjau kesiapan penangkaran dan membahas strategi keberlanjutan program. Saat ini, sebanyak tiga pasang Jalak Bali (Leucopsar rotschildii) telah berada dalam area penangkaran khusus yang dirancang untuk mendukung keberhasilan reproduksi mereka.
Jalak Bali, yang juga dikenal sebagai Curik Bali, merupakan satwa endemik Indonesia yang terancam punah. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), burung ini dikategorikan dalam status kritis (Critically Endangered), sementara dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), Jalak Bali masuk dalam Appendix I, yang berarti perdagangannya sangat dibatasi dan diawasi secara ketat.
Faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi Jalak Bali adalah perburuan ilegal dan hilangnya habitat alami. Oleh karena itu, upaya konservasi melalui penangkaran menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan spesies ini.
Program penangkaran ini merupakan hasil sinergi antara Production Unit Cilacap dengan BKSDA RKW II Cilacap dan BKSDA Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan meningkatkan populasi Jalak Bali di alam liar. Tantangan terbesar dalam penangkaran adalah tingkat keberhasilan reproduksi yang rendah, sehingga dibutuhkan pendekatan yang tepat dalam perawatan, pemantauan, serta pengelolaan lingkungan penangkaran.
Sebagai bagian dari pendampingan, BKSDA akan memberikan arahan teknis dalam perawatan, pemeliharaan, serta pengelolaan lingkungan penangkaran guna memastikan kesehatan dan keberhasilan reproduksi Jalak Bali. Selain itu, BKSDA juga akan berperan dalam memberikan masukan terkait pengembangan program Kehati lainnya yang dapat dijalankan oleh Pertamina Lubricants di masa mendatang.
Program ini sejalan dengan komitmen PT Pertamina Lubricants dalam menjalankan inisiatif ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek keanekaragaman hayati dan pelestarian satwa langka.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan populasi Jalak Bali dapat meningkat dan kembali berkembang di habitat aslinya. Production Unit Cilacap bersama tim TJSL berkomitmen untuk terus mendukung program-program konservasi demi menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan satwa khas Indonesia.